Bukan Targetnya

Bukan Targetnya

  • WpView
    Reads 244
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 30, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Tujuannya bukanlah sebuah cinta penuh ketulusan, tapi hasil akhir dari diagnosa klien nya. Tetapi, target awal itu malah dihancurkan oleh tangannya sendiri, membuatnya berakhir menyetak surat pemindahan rujukan ke psikolog lain, sebelum dia benar-benar jatuh terlalu dalam pada tugas serta tanggung jawabnya sendiri. Original work belongs to Sazava Fh
Creative Commons (CC) Attribution
#887
psikolog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TERJEBAK DALAM RASA [TERBIT]
  • The Adventure of TRUE love
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
  • AQRAF (On Going)
  •   ᴾᴱᴺʸᴬʸᴬᵀ ᴵᴸᵁˢᴵ ˢᴱᴹᵁ
  • Terjebak Cinta
  • Drowning

TERJEBAK DALAM RASA Amara, seorang detektif, ditugaskan menyelidiki Raka pria yang diduga terlibat dalam kasus kriminal besar. Dengan identitas baru, ia mendekati Raka, berusaha masuk ke dalam kehidupannya. Namun, Raka bukan orang yang mudah didekati. Dingin dan penuh kehati-hatian, ia tak pernah membiarkan orang lain masuk begitu saja. Amara mencoba berbagai cara, dari menciptakan pertemuan "kebetulan" hingga berpura-pura membutuhkan bantuannya. Awalnya, Raka tetap acuh tak acuh, tetapi lambat laun, dinding pertahanannya mulai runtuh. Perasaan yang seharusnya hanya pura-pura, perlahan menjadi nyata. Namun, tugas tetaplah tugas. Amara terus menggali informasi, mencari celah yang bisa membuktikan keterlibatan Raka. Sementara itu, tanpa ia sadari, Raka mulai curiga. Ia memperhatikan bagaimana Amara sering membawa percakapan ke arah kasusnya, seolah menggiringnya ke suatu pengakuan. Hingga suatu hari, Raka menemukan bukti yang mengejutkannya Amara bukanlah istri yang sebenarnya, melainkan seorang detektif yang menyelidikinya. Ia tidak langsung mengonfrontasinya, melainkan memilih untuk menguji seberapa jauh kebohongan itu berjalan. Saat Amara hampir menemukan kebenaran, bukti baru muncul, menjebak Raka lebih dalam. Ia ditangkap, dan saat itulah Amara sadar bahwa ia telah diperalat. "Kamu datang untuk menghancurkanku, dan sekarang ingin menyelamatkanku?" kata Raka dingin. "Terlalu terlambat, Amara." Kini, Amara hanya punya satu pilihan membuktikan bahwa Raka tidak bersalah. Tapi apakah setelah semua pengkhianatan ini, masih ada cinta yang bisa diselamatkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines