RUMAH KEDAMAIAN

RUMAH KEDAMAIAN

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Apr 12, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Satu-persatu semuanya akan pergi dan menyisakan diriku sendiri di dunia ini. Ini adalah kisah ku dan dua kakak ku yang hebat, walaupun tiada hari tanpa luka baru, tapi mereka tetap semangat untuk menjalani hari dan menghadapi hari esok. Apakah kita akan terus bersama? Apakah diantara kita ada yang ingin menyerah lebih dulu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Till I Meet You
  • Kinara
  • Hanya Singgah
  • Our story
  • Kita Sembuh Bareng?
  • SO HURTS
  • Surat dari Masa Lalu
  • Musuh? Keluarga (Hiatus)

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines