Ho;me
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 27, 2025
"Kalo semisal aku jadi bunga, kira-kira aku cocok jadi bunga apa ya?" Tanya Nara dengan pose berpikir. Edgar yang merasa gemas pun mengusak rambut Nara, lalu setelahnya dia menjawab pertanyaan yang beberapa saat lalu ia dengar. "Edelweiss." "Kenapa?" "To see the beauty of edelweiss flowers, kita butuh effort buat ngedaki ke gunung. Just like you." "Kenapa kaya aku?" "Karena buat liat keindahan diri kamu dari deket kaya gini, aku butuh banyak effort. Bahkan bagi aku, kamu jauh lebih indah dari bunga-bunga itu." Disclaimer⚠️⚠️: - FIKSI. - Jangan bawa karakter tokoh ke real life Aktor. - 100% ide pribadi. Maaf jika ada kesamaan nama, sifat dll. - bahasa toxic/nonformal - ignore timestamps / typo - tokoh mungkin bertambah seiring berjalannya cerita. - if you like this story (vote, share) happy reading!!
All Rights Reserved
#19
moqeel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines