
"Kalo semisal aku jadi bunga, kira-kira aku cocok jadi bunga apa ya?" Tanya Nara dengan pose berpikir. Edgar yang merasa gemas pun mengusak rambut Nara, lalu setelahnya dia menjawab pertanyaan yang beberapa saat lalu ia dengar. "Edelweiss." "Kenapa?" "To see the beauty of edelweiss flowers, kita butuh effort buat ngedaki ke gunung. Just like you." "Kenapa kaya aku?" "Karena buat liat keindahan diri kamu dari deket kaya gini, aku butuh banyak effort. Bahkan bagi aku, kamu jauh lebih indah dari bunga-bunga itu." Disclaimer⚠️⚠️: - FIKSI. - Jangan bawa karakter tokoh ke real life Aktor. - 100% ide pribadi. Maaf jika ada kesamaan nama, sifat dll. - bahasa toxic/nonformal - ignore timestamps / typo - tokoh mungkin bertambah seiring berjalannya cerita. - if you like this story (vote, share) happy reading!!All Rights Reserved
1 part