MY LITTLE SISTER [Reader's×Sol.4ce]

MY LITTLE SISTER [Reader's×Sol.4ce]

  • WpView
    Reads 27,357
  • WpVote
    Votes 2,555
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 10, 2024
Para kakak yang masih sangat menyayangi adiknya, bahkan saat sang adik sudah beranjak remaja. Memberikan kasih sayang, dengan 'sedikit' rasa protektif. Tentu saja para kakak yang berbeda kepribadian, namun hanya dengan satu cara mereka memberikan kasih sayang. "Runa juga mau bebas main kayak yang lain..." "Ini bentuk sayang para kakak ke Runa, tolong ngertiin yaa sayang?" Bagaimana jalan cerita kalian, menjadi satu-satunya adik perempuan dari Sol.4ce? Di sinilah alur itu akan bermula. ___ Helourr Reader's cemua:3 Ini cerita pertama Author tentang Solaci, mwehehe^^ Inget yaa, ini hanya fanfiction, enggak ada sangkut pautnya sama kehidupan Vtuber yang sekarang^^ So, this just for make you fun^^ Happy Reading minna!!><
All Rights Reserved
#198
sol4ce
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Chibi Sol4ce X Readers
  • HARRIS CAINE X READER
  • [✔] HEY TWINS!
  • The Way Love Grows
  • Harris Caine X Reader [Tetangga]
  • 。⁠:゚your wish came true, brother ゚⁠:⁠。 (SOL4CE X READER) [END]
  • MEMORY'S
  • INDESTRUCTIBLE
  • D'Ream | OC

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines