Kepramukaan dan kehizbulwathanan

Kepramukaan dan kehizbulwathanan

  • WpView
    Membaca 109
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 29, 2024
Cerita ini berawal dari 1 regu dari berbagai sekolah dengan memegang teguh Nu dan Mu hingga beda agama yang pasti dari pramuka, tapi hebatnya mereka dalam kelompok yang solid dan dari awal mereka tak kenal, terlihat bandel dan susah diatur oleh pemimpin regu hingga mereka Sadar pelatihan cuma 3 hari yang membuat mereka akan menyesal dengan tidak ada kebersamaan lagi antara mereka semua dan.... Yukk bacaa cerita selengkapnya ada di chapter nyaa jangan lupa follow, vote and komen yaa guyss!! 🧡 babayyy ><
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#20
menang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • The Darkness of The Light [END]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • FALL IN LOVE WITH PROF. KIM [Taekook] TAMAT
  • Gengsi (flodel)
  • Ily3000 [COMPLETED🦋]
  • TERSENYUMLAH
  • [END] KECANDUAN CINTA (BossNoeul)

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan