Book, hand, art

Book, hand, art

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kota ini selalu berbau seperti hujan yang hampir turun tapi tak pernah benar-benar jatuh. Caroline, gadis 16 tahun dengan kepala penuh kata-kata , terjebak dalam rasa bersalah yang tak bisa diungkapkannya. Ia ingin menjadi penulis, namun setiap kali menulis, hasilnya terasa datar-seperti lukisan tanpa warna. "Apa untuk menulis sesuatu, kita harus merasakannya lebih dulu?" pertanyaan itu terus menghantuinya. "Lo nulis kayak orang yang takut jatuh ke dalam ceritanya sendiri," ucap arash di suatu sore. Atas ajakan arash tentang lomba menulis, Caroline tergoda untuk mencoba.Arash mendorongnya, sementara Ghea bersorak paling kencang. Tapi pertanyaannya tetap: Apakah ini awal yang baik, atau justru akan membuka luka lama?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • INDIRAKSA
  • Embun di Ujung Semanggi
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Romansa Tuan Sastra | Lee Heeseung ✓
  • Dancing for the Star [TAMAT]
  • Kelas A [End]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • 3 Dimensi
  • No Longer Mate

Memang cinta dimasa SMA itu sangat menyenangkan, tapi bagaimana dengan anak laki-laki yang tak pernah menemukan cinta dan lelah dengan cinta yang tak pernah berpihak sama dia, membuatnya enggak yakin bahwa cinta itu ada, sampai bikin dia sedikit mati rasa dengan hal yang berbau cinta, bisa dibilang perasaan hati dia yang seperti sedang di dalam BADAI TAK BERUJUNG. *** "Ah, apa itu CINTA??" *** Semua orang tahu kalau dia itu memang orang yang sedikit dingin dan sudah tak mudah untuk jatuh cinta karena perasaan hati dia yang seperti itu. Yang dia lakukan hanya membuat rusuh di sekolah walaupun dia merasa itu hanya kejahilan kecil, sehingga membuatnya dicap sebagai pengacau sekolah. Lalu bertemu dengan perempuan unik, lucu, periang dan cantik yang membuat dia merasa ada yang berbeda dihatinya. Dimatanya perempuan ini berbeda dari perempuan-perempuan yang pernah dia temui sebelumnya. "Apakah badai itu akan berujung dan ada hal indah setelahnya, atau akan terus bergemuruh?" ••• LET'S SEE ••• SORRY YAA GAESS KALO BANYAK SALAH, NANTI AKAN REVISI KO

More details
WpActionLinkContent Guidelines