Story cover for COSMOPOLITAN by H_HiL03
COSMOPOLITAN
  • WpView
    Reads 1,389
  • WpVote
    Votes 1,003
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 1,389
  • WpVote
    Votes 1,003
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Apr 14, 2024
Mature
Sakana, gadis yang baru menginjak kelas XI SMA, tengah melawan kesepian kehilangan kedua orangtua dalam kecelakaan tunggal. Kacaunya, peninggalan harta warisan yang ditinggalkan mengundang parasit ke dalam hidupnya. 

***
"Emangnya kalian tahu apa? Stop pura pura peduli sama hidup aku! "

🦋🦋🦋

"Aku cuma punya kamu. Aku udah terlalu bergantung sama kamu. Kamu engga bisa ninggalin aku gitu aja."

🦋🦋🦋

"Aku terlalu banyak luka. Kita engga bisa lebih jauh dari ini."

🦋🦋🦋

"Maafkan aku! Ku kira hanya aku yang terluka. Maaf karena baru bisa memberitahumu sekarang. Aku mencintaimu."
All Rights Reserved
Sign up to add COSMOPOLITAN to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Air Mata Elara  by yukipikaa
32 parts Ongoing
"Lingkungan ini sungguh toxic, Sya. Padahal ini SMP impian ku." -Elara Lovelya Evanzha- "Aku bakal terus nemenin kamu dan aku gak mau, El. Lihat kamu punya banyak trauma bullying karena aku tahu rasanya di-bully itu gimana." -Rasya Erga Arsyaka- Cerita ini asli karangan author, jika ada kesamaan itu ketidaksengajaan dan tidak bermaksud melanggar hak cipta. Dan plagiat silahkan pergi jauh ❗⚠️ Mohon maaf karena cerita ini sedikit disertai dengan Bahasa Jawa, dan juga ada kata-kata yang kasar, mohon pengertiannya. °°° Semua orang merasa bahagia ketika ia diterima di salah satu sekolah impian, akan tetapi itu menjadi hal yang berbalik bagi seorang gadis berambut kepang yang bernama Elara. Dia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan apapun saat dia diterima di SMP impiannya, malah yang ia rasakan hanya sebuah kesengsaraan, kebohongan, penyiksaan, bahkan masa putih biru bagi Elara adalah jebakan neraka. Namun, itu berubah setidaknya 40% saat ia bertemu dengan seorang laki-laki tampan yang bernama Rasya, awalnya Elara tidak menyangka jika Rasya selalu baik dan menolongnya walaupun Rasya dikenal begitu cuek dan dingin, bahkan Rasya sering membela Elara saat gadis itu mengalami perundungan. Akankah Rasya bisa membuat Elara bertahan di dalam lingkungan penuh pembullyan yang tidak kenal ampun? °°° Semoga kalian enjoy dengan cerita ini and jangan lupa tinggalkan jejak seperti vote dan komen. Dan hargai penulis dengan cara tidak menjiplak karya nya. Start: 28-9-2024 Finish: - Note: Seluruh chapter sedang direvisi dan sebagian chapter alurnya akan diubah, jadi mohon dimaklumi jika kalian menemukan komentar yang tidak sesuai dengan isi ⚠️.
You may also like
Slide 1 of 9
ELGITA  (TERBIT) cover
Kesedihan [SELESAI] cover
Brisya Story [ Tidak Dilanjutkan ] cover
GRIZLEN {On Going} cover
ALONENESS cover
SUARA BIA (TAMAT) cover
Air Mata Elara  cover
Juan [REVISI] cover
Tak Tentu Arah cover

ELGITA (TERBIT)

66 parts Complete Mature

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"