Bisikan Hutan di Terang Bulan

Bisikan Hutan di Terang Bulan

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 14, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Suatu ketika, di sudut terpencil dunia, ada hutan mistis. Pohon-pohon kuno berdiri tegak, cabang-cabangnya yang berliku meraih bulan. Udara terasa penuh dengan rahasia, dan dedaunan berbisik tentang sihir yang terlupakan. Di hutan ini, dua jiwa ditarik bersama oleh takdir: Elena, yang penuh rasa ingin tahu dengan mata seperti langit pagi, berkelana melalui padang rumput yang disinari bulan. Hatinya merindukan petualangan , dan dia ingin menangkap keindahan hutan yang sulit didekati. Lysander, seorang dengan biola kunonya yang yang mencari ketenangan di antara bayangan-bayangan. Melodi-melodinya bergema melalui pepohonan, setiap notenya adalah permohonan untuk mendapatkan pengampunan. Dia membawa beban rahasia, sesuatu yang berat di dalam jiwanya. Pada malam yang menentukan, jalur mereka bertemu di dekat sebuah pohon ek kuno. Bulan tergantung rendah, melemparkan benang-benang perak di atas lantai hutan. Elena menemukan Lysander, biolanya tergenggam di tangannya. Mata mereka bertemu, dan pada saat itu, dunia menahan napas.
All Rights Reserved
#174
keindahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alaskar dan Bulan
  • TIGA PENJAGA
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Harmoni Ombak Dan Lensa [LENGKAP]
  • Padepokan Sihir Everwood
  • Hutan Terlarang [END]
  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND [TERBIT]
  • [BL-END] Guardian Of Nature✓

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sekolah menengah, dua jiwa yang berbeda tanpa sengaja dipertemukan oleh takdir. Bulan, seorang gadis pendiam dengan hobi melukis, menyimpan kelembutan dalam setiap gerakannya. Di sisi lain, Alaskar, kapten tim voli yang percaya diri dan karismatik, dikenal sebagai pusat perhatian di mana pun ia berada. Pertemuan pertama mereka terjadi secara sederhana, saat mata mereka bertemu di sebuah aula yang ramai. Sebuah tatapan singkat yang menyalakan percikan rasa ingin tahu di hati masing-masing. Bulan, dengan sikap canggungnya, tak mampu mengabaikan getaran aneh yang dirasakannya. Sedangkan Alaskar, yang terbiasa menjadi sorotan, justru mendapati dirinya terpesona oleh kesederhanaan Bulan. Namun, dunia mereka yang berbeda membawa tantangan tersendiri. Di balik pesona Alaskar yang sering dianggap sempurna, ia menyimpan luka keluarga yang tak terlihat. Sementara itu, Bulan harus menghadapi tekanan dari lingkungan sosialnya, termasuk rasa iri dan gosip dari mereka yang tak senang melihatnya dekat dengan Alaskar. Dari pertemuan pertama yang singkat, percakapan sederhana mulai mengalir. Hubungan mereka berkembang perlahan, penuh dengan momen manis, kecanggungan, dan perjuangan untuk saling memahami. Keduanya belajar bahwa cinta bukan sekadar rasa bahagia, tetapi juga keberanian untuk saling mendukung di tengah rintangan yang ada. Di awal cerita ini, cinta mereka adalah benih kecil yang tumbuh di tengah badai, memulai perjalanan panjang penuh emosi, tawa, dan air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines