Love is not Romantic

Love is not Romantic

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 25, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Alaska Mudhita dan Kaila Adhisa Alaska cowok dengan mulut pedasnya dan Kaila dengan ramah lembut pada Alaska. Alaska tidak suka dengan kebisingan dan suatu hari bangku kosong di sampingnya di isi oleh cewek pendek yang baru pindah di sekolahnya. Akhirnya mereka jatuh cinta dan terikat hubungan tapi hubungan yang mereka jalin bukan seperti pasangan yang normal malah tak ada romantis romantisnya. . . . . . . Kalian langsung baca aja mole !! Murni karya saya not plagiarisme dan jangan di copy juga awas kalian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • AKSARA
  • SALSABILLA ( END )
  • ON SIGHT (Completed)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Bad-Boy (Complete)
  • Bintang [end]
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • CINTA YANG NYATA
  • GASA [end]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines