Mistaken Feelings || Sungjake

Mistaken Feelings || Sungjake

  • WpView
    Reads 3,796
  • WpVote
    Votes 524
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 2, 2026
Sadewa Mahardika. Nama yang selama bertahun-tahun ini selalu memenuhi pikiran Karael. Nama yang selalu Karael sebut ketika ia butuh bantuan, kesepian, dan sebagainya. Lelaki manis itu selalu melibatkan Sadewa disegala urusannya. ah..Sadewa sungguh kakak yang baik, bukan? Dan menurut Sadewa, Karael Gintara adalah adik kecil yang manis, yang harus ia jaga sepenuh hati. Raga yang harus ia bentengi agar tidak terluka. Segalanya ia lakukan agar Karael tidak merasa sedih ataupun kesepian. Ia menyayangi Karael, sebagainya kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya. Namun, dipisahkan selama beberapa tahun ternyata mampu membuat mereka sadar, bahwa mereka selama ini salah menganggap. Salah jika mereka selama ini menganggap kasih sayang yang terpancar hanya sebatas kasih sayang kakak adik. Karena, mereka lebih dari itu.
All Rights Reserved
#570
sungjake
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines