Ulur waktu
  • WpView
    Bacaan 16
  • WpVote
    Undian 0
  • WpPart
    Bahagian 3
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Isn, Apr 15, 2024
WpInfo
Puisi
waktunya tak sampai pada kita tentang kamu yang ternyata tidak ada di hati
Hak Cipta Terpelihara
#116
bengkulu
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • Semua Memukul (✅)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Rembulan Yang Sirna
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • My Wish
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • poem
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi