Zero
  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 22, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Setelah pulangnya dari jalan-jalan ke negeri ginseng, Saila bertemu sahabat SMA-nya yang sebenarnya ia sendiri tidak kenal siapa dia. Anehnya, mengapa dia bisa kenal Saila? Mereka berdua menjadi teman dekat dan mengenang kembali masa-masa di sekolah. Saila jadi kepikiran tentang apa saja yang ia lakukan dulu semasa SMA. Kisah kasih, susah senang, suka duka, bahagia sedih, apa saja yang ia alami waktu itu? Heummm... Dirinya yang sekarang tak sama dengan yang dulu ya? Dulu kok rasanya hidup enteng, semua hal bisa ia lakukan dalam sehari, seperti ada semangat yang menggebu-gebu, semangat yang tak ada habisnya. Makin bertambah usia, makin hidup ini rasanya banyak beban, dan makin mudah padam aja semangatnya. Kalau boleh Saila ingin kembali ke masa itu. Bukan hanya "senang" saja yang ia ingin ulang, namun semua perjuangan dan hal yang ia lakukan, ingin ia lakukan kembali sekarang.
All Rights Reserved
#427
dejavu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • [Complete] Fate in Chains
  • Butterfly & Angel
  • Diam Diam Nikah
  • Replaying Us
  • Kembali Untuk Memperbaiki 2 (END)
  • THE PILLOW [Tamat]
  • Wound's Strengthen Oneself (Not Continued)
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Barisan Buku [✔]

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines