Blood Brother

Blood Brother

  • WpView
    Reads 816
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 15, 2024
[SEBELUM MEMBACA DIHARAPKAN UNTUK FOLLOW AKUN INI TERLEBIH DAHULU] Allistair Nathaniel Blackwood adalah remaja berusia 17 tahun. Seumur hidupnya dia tidak akan menyangka jika dia akan memiliki seorang adik, yang bahkan dia memiliki selisih umur yang cukup jauh darinya. Apakah Allistair akan menerima sang adik?. dan apakah Allistair akan menjadi kakak yang baik untuk sang adik?. PICT: PINTEREST
All Rights Reserved
#890
bromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTRUIST
  • Perjalanan Kehidupan Kedua (end)
  • kembalinya sang alter (Revisi)
  • Hello! Izza [TERBIT]
  • Posesif Family - End
  • A/K? [REVISI]
  • Silent Phase [END]
  • Arselio Maverick P.
  • LOUISE
ALTRUIST

Dimulai dari Nael anak berumur 9 tahun, yang harus mengikuti orang asing untuk tinggal bersamanya karena keluarganya, yang ternyata keputusannya untuk meningggalkan mansion yang ia anggap sebagai neraka malam itu, mengubah hidupnya, hidupnya yang semula redup kini mulai berwarna. -------- Ditengah malam yang sunyi di tengah hutan, lebih tepatnya mansion yang ada di tengah hutan, dentuman suara tembakan dan jeritan memilukan memecah keheningan. Langkah Seorang anak kecil berjalan masuk ke dalam mansion besar di depannya. Sepatunya tenggelam dalam genangan darah yang membanjiri halaman. Wajah manisnya tak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Langkah kaki kecilnya terlihat tenang dan wajahnya yang terlihat manis itu menatap kosong saat ia melihat halaman mansion yang sangat berantakan. Banyak darah dimana-mana, tubuh tubuh yg ia yakini adalah para bawahan keluarganya. Nael Arthemis Evandria, anak sulung keluarga Evandria, berjalan melewati tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan. Darah segar mengalir di bawah kakinya, bercampur dengan tanah basah dan daun-daun yang terinjak. Bau logam menusuk hidung, tetapi bocah itu tetap tak terpengaruh. 'Masalah apalagi sekarang.' --------- Ikuti terus kisahnya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines