Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 17, 2024
Askia mahasiswa Psikologi yang sangat menyukai Sastra, dia seorang penulis yang sangat sulit menemukan titik akhir dari Novelnya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang membuatnya terinspirasi hingga bisa menamatkan tulisannya. Si penyuka Kopi_
Todos los derechos reservados
#10
ketenangan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Coffee Crush
  • Myra: Kidnapping Beautiful Barista
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • Bittersweet Love (SasukexSakura One Shoot)
  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • Gema Asa di Ujung Senja
  • Literasi Rasa
  • Coffeealona
  • It Takes Two To Tango
  • Perfect uncle ✓

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido