Zia, kapan nikah?

Zia, kapan nikah?

  • WpView
    Reads 1,163
  • WpVote
    Votes 271
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 22, 2026
Zia, seorang wanita muda berusia dua puluh enam tahun yang memilih menutup rapat pintu hatinya setelah merasakan pahitnya patah hati untuk pertama kali. Ia bukanlah tipe wanita yang mudah jatuh cinta. Namun sekali hatinya berlabuh, ia justru dikecewakan hingga menyisakan trauma mendalam. Di saat Zia berusaha keras membentengi dirinya agar tidak lagi terlibat dalam urusan perasaan, sosok pria itu hadir membawa ujian baru. Bukan karena Zia takut salah memilih lagi, melainkan ada sebuah ketakutan besar yang ia sembunyikan sendirian di balik senyumannya. Sebuah alasan rahasia yang membuatnya sadar bahwa jatuh cinta saat ini, sama saja dengan menaruh luka di hati orang lain di masa depan. Antara jodoh dan kematian ... Zia benar-benar tidak tahu mana yang akan terlebih dahulu menemuinya. *** "Zia, kapan nikah?" "Kapan-kapan deh, kalau gak sibuk.".
All Rights Reserved
#2
semangat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Trouble Maker
  • ELIAN ✓
  • Halo, Kanael!
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • Auto Save!
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELION (bl)
  • Target Si Supir

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines