Cinnamon -Huang Renjun-

Cinnamon -Huang Renjun-

  • WpView
    LETTURE 20
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, lug 3, 2024
Cinnamon namanya, nama rempah yang tak asing lagi tatkala mendengar nya. Nama yang mungkin cocok untuk mendeskripsikan cerita asmaraloka tentang kita. Berbagai jenisnya, mengibaratkan kita yang menjalani kisah ini dengan berbagai jenis bumbu kehidupan. Aku suka ketika kau bilang bahwa kita layaknya cinnamon, terdengar sederhana jika hanya mendengar, namun nyatanya, itu cukup sulit untuk dipahami. Biarlah orang tak mengerti, karena ini kisah antara kita. By: angkasantariksaaa Hak cipta dilindungi oleh yang diatas..
Tutti i diritti riservati
#984
jaemin
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • It's Always Been You✔️
  • Revolted Heart
  • Bumblebee {Nohyuck} Going To Season 2
  • The Twist Karma - The Rise of the Ancient Witch
  • CONTRAST | MarkHyuck
  • Teman Lima Musuh 🌤️
  • [√] Viel
  • Nct Dream Imagine [DISCONTINUE]
  • Meikarta (END)

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti