NISCALA
  • WpView
    Reads 28,374
  • WpVote
    Votes 1,358
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 29, 2024
"Apa jadi cowok harus selalu kuat? Apa cowok gak boleh nangis?" -Niscala Andromeda Pertanyaan yang datang dari seorang lelaki yang mempunyai cita-cita menjadi polisi. Seorang lelaki yang diperkirakan umurnya tidak akan lebih dari dua puluh tahun. Seorang lelaki yang berlomba dengan penyakit dalam mengejar cita-citanya. Seorang lelaki yang di benci, di buang, di siksa, bahkan ... hampir di bunuh. Oleh sosok yang seharusnya di banggakan seorang anak. Karena sebuah takdir, takdir Tuhan yang tidak sesuai dengan keinginan orang itu. NISCALA Story Ranking # thiller - 1 of 1,61 RB (9/7/24)
All Rights Reserved
#764
penyiksaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Sejenak Luka
  • Gus Raffi ( Mengungkap Tabir Mimpi 101 Butir Tasbih)
  • Gadis Cuaca
  • PHOBIA(Comeback)-TAMAT
  • Alzaviero
  • Minus A
  • A Fractured Soul

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines