Indonesian version
Indonesia telah tiada...
.
.
.
Seorang penerus tahta, PKI, merenung di kamarnya pada malam yang dingin, di hari ulang tahunnya yang juga merupakan hari penobatannya sebagai penerus tahta ayahnya. Namun, di tengah kebahagiaan tersebut, ia merasa sedih karena kehilangan adik tercintanya yang telah mengorbankan nyawanya demi kembalinya keluarganya. PKI merasa bersalah dan mempertanyakan keputusan adiknya, yang menyerahkan nyawa demi mewujudkan keinginannya yang dianggap serakah. Meskipun ia menginginkan hasilnya, PKI tak ingin itu dibayar dengan nyawa adiknya. Cerita ini kemudian membawa pembaca ke peristiwa sebelum hari ulang tahun PKI, untuk memahami mengapa adiknya rela berkorban sebesar itu.
English version
Indonesia is gone....
.
.
.
A successor to the throne, PKI, ponders in his room on a cold night, on his birthday which is also the day of his inauguration as his father's successor. However, in the midst of his happiness, he feels sad because he lost his beloved brother who had sacrificed his life for the return of his family. PKI feels guilty and questions his brother's decision, who gave his life to fulfill his desire which is considered greedy. Although he wants the result, PKI does not want it to be paid for with his brother's life. This story then takes the reader to the events before PKI's birthday, to understand why his brother was willing to make such a big sacrifice.
English version
Will only update every special day
This book will use different languages
But the main language is still Indonesian
The writing is too standard, too stiff
Indonesian version
Hanya akan update setiap hari istimewa
Buku ini akan menggunakan bahasa yang berbeda
Namun bahasa utamanya tetap bahasa Indonesia
Penulisan nya terlalu stanndar, terlalu kaku
Image taken from @pinterest
[3/3 + 1]
Dia berwujud, dia tampak, tapi dia tidak bisa menemukan bayangannya, di mana pun.
Dia, entah manusia, entah hanya sebuah nyawa. Dia tidak bisa berkaca, karena cermin sungguh tidak mampu memantulkan gambaran dari dirinya. Padahal orang-orang jelas dapat melihat dia.
Sebangsa vampir? Dia tidak meminum darah.
Manusia serigala? Dia tidak mati karena peluru perak.
Ah, dia bahkan tidak pernah sekali pun mati, tapi sudah jutaan kali dia menyaksikan berbagai kematian.
Dan ratusan kali, melihat kematian dari orang yang sama.
Ribuan tahun dia lalui, berjalan dalam senyap di antara ratusan ribu kehidupan.
Dan hidup di antara itu semua, yang dia inginkan hanya satu, yaitu ketiadaan.
---‡☆‡---
Aku tidak melihat keindahan
Aku tidak melihat warna-warna
Bahkan musik tidak masuk dalam dada
Aku lelah, aku lelah
Apa aku telah bersalah?
Setahuku ini balasan bagi mereka
Jadi, kenapa aku yang harus menanggungnya?
---‡★‡---
Genre: Short Story, Fantasy
Status: Tamat
---‡★‡---
Attention:
"Special for RAWS event."
"Hanya sebuah cerita singkat, tapi mohon jangan diplagiat."
๑ Gambar dalam cerita bukan milik penulis
๑ Gambar asli bisa ditemukan di:
https://pin.it/wr3uqdqlxcjvsx
https://pin.it/aoxb3lcpgbtxjc
๑ Diedit oleh: D.Hoseki dengan PixelLab
Hoseki,
21Jan2019