Kembang Kirang: The Night We Met

Kembang Kirang: The Night We Met

  • WpView
    Leituras 10
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, abr 16, 2024
WpInfo
Ficção
Histórico
"Maaf Tuan, kebaikanmu tak mungkin bisa kubalas dengan sepadan seumur hidup ini. Untuk sekarang saya hanya ingin berkumpul lagi dengan adik saya dan menjalani hidup dengan tenang di kampung halaman saya, kami berdua sudah melewatkan banyak hal selama ini. Kami juga masih punya mimpi-mimpi yang belum sempat kami wujudkan..maaf." Kemudian Dahayu menaruh sarapan Reichard di meja kerja. Itu adalah sarapan pertama sekaligus terakhir kali dari Dahayu. "Benar kita akan bertemu lagi, aku akan tetap menunggumu dan melindungimu." Reichard yang tetap menunggu Dahayu dan yakin bahwa suatu saat Dahayu akan menerimanya.
Todos os Direitos Reservados
#341
past
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Warisan Gandari
  • Sang Panglima (Tamat)
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • "WAR CRY"
  • Penghuni Mars
  • Rahasia di Balik Istana Pasir (END)
  • Harta, Tahta, atau Nyawa?
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai

"Tidak semua warisan bisa diwariskan dengan damai. Ada yang harus ditanam. Dalam. Dan dikubur. Tapi apa jadinya jika tanah tempat menguburnya justru menganga kembali?" Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya di dusun terpencil Sekarputih, Gandari Ayu Prameswari kembali untuk menghadiri pemakaman ibunya, Bu Ranupatma, yang meninggal secara misterius - tergantung di pohon kamboja dengan tubuh dililit kain kafan sobek, seperti bekas ritual gagal. Di mata warga, Bu Ranupatma adalah perempuan aneh. Dituduh membawa kutukan dan menjadi penyebab paceklik berkepanjangan. Tapi bagi Gandari, ibunya adalah sosok penuh rahasia, selalu menyembunyikan hal-hal ganjil yang terjadi di rumah. Kini, setelah kembali, Gandari mulai menyadari bahwa ada yang tak beres di desanya: suara-suara yang memanggil dari sumur tua, bayangan yang menari di balik dinding rumah, dan mimpi-mimpi yang selalu diakhiri dengan suara tangisan dari dalam tanah. Hingga sebuah kebenaran terbuka - Gandari ternyata mewarisi kekuatan gaib yang telah mengalir di darah keluarganya selama ratusan tahun. Ia bukan hanya anak dari Bu Ranupatma, tapi penerus terakhir penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia arwah. Sayangnya, kekuatan itu tidak hanya membangkitkan harapan... tetapi juga membangunkan sesuatu yang sudah lama terkubur - Banyu Abang, entitas jahat yang dulu disegel oleh leluhurnya, kini bangkit perlahan, mengincar tubuh Gandari sebagai wadah baru. Dibantu oleh Mbah Darmi, penjaga tua yang dulu berselisih dengan Bu Ranupatma, dan Tari, sahabat masa kecil yang menyimpan rasa bersalah, Gandari harus menghadapi warisan yang tidak pernah ia minta. Satu demi satu, warga desa menghilang. Malam makin panjang. Gerbang di tengah hutan mulai terbuka. Dan rahasia keluarganya... ternyata bukan tentang penyelamatan. Tapi pengorbanan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo