Story cover for Hello! Gue Mila by 2clover24
Hello! Gue Mila
  • WpView
    LECTURAS 187
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 187
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado abr 17, 2024
Seorang gadis 15 tahun yang bermacam tingkah nya bernama Mila Sophie Matilda.

 Bukan orang kaya dan bukan orang miskin, ia dan keluarganya berkecukupan dan tidak kekurangan harta maupun kasih sayang.

Di sekolah nya, Mila seorang yang  introvert dan sedikit teman yang ia punya.

Sedangkan di rumah, Mila berbanding terbalik dengan di sekolah. 

"Dih introvert dari mana, cerewet iya, ngeselin juga iya!" 



"MILA KURANG AJAR! HEH JANGAN KABUR"



"Kamu kenapa diam terus? Nggak bergaul sama yang lain?"


"Mila, gabung yuk sama kita jangan diam aja"


Mau tau kisah Mila? Cuss baca aja cerita iniii. Jangan lupa vote, comment, follow nya yaaa!♡

Start: Rabu 17 April 2024
End: ____________________
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Hello! Gue Mila a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#103mila
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
SUARA BIA (TAMAT) cover
04:Love Struggle✔ cover
Different [END] cover
AKUMIKA (On Going) cover
I Can't Say Good Bye (Slow Update) cover
Deberìa Redirme? (End)  cover
Semesta Ingin Aku Bagaimana (?) cover
Innocent Captivate Girl [HIATUS] cover
Earth √̲ cover
LENATHAN (hiatus) cover

SUARA BIA (TAMAT)

47 partes Concluida

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️