PERCIKAN HIDUP

PERCIKAN HIDUP

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 17, 2024
Sekarang pukul 03.30 ayla harus pergi ke setiap warung untuk mengambil wadah yang dia gunakan untuk membuat kue tersebut. "Aduh neng geliss sudah datang aja, ini tempatnya kuenya hari ini laris manis lo neng" Ucap mang yang punya warung. " Ya allah yg bener mang ? " Ayla melihat senang. "Iya ni neng, semuanya 350rb neng" Ucap mang jualan "Untuk mamang juga" Ucap ayla ingin menyerahkan sekertas uang berwarna biru (50rb). "Engga usa neng, mang ikhlas kok, buat neng aja" Ucap mamang sambil mendorongkan tangan ayla agar tidak menyerahkan uang tersebut. "Beneran mang ?, ayla jadi ga enak ini, karna mang bertahun2 ga ambil uang potongan" Ucap ayla karna merasa tidak enak. "Uda sana pulang, sudah mau hujan juga" Ucap mamang sambil mendorong ayla keluar dari kedenya, bukan mksd lain lain tapi mamang memang ikhlas tidak mengambil uang potongan. " Terimakasih banyak ya mang " Ucap ayla dengan mata berbinar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Crazy Neighbor (Completed)
  • 5 girls || The problem
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Hai Januari
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • "He's mine"
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Beautiful Disaster
  • ice bear kesayangan

Cerita dewasa 18+ WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA! Revan menghela napasnya gusar. Lelaki itu memilih duduk di teras rumah dan mengselonjorkan kaki nya. "Om? Nih buat Om" Revan menatap permen lolipop di depannya dan menatap si pemberi permen tersebut. "makasih" Ucap Revan mengambil lolipop tersebut. "Om sedih ya disuruh keluar negeri?" Tanya Gaby yang ikut duduk di dekat revan. Gaby dengar semuanya saat Bunda Revan mengomeli lelaki itu. "Bukan cil" balas Revan sendu. "Terus apa?" "Saya sedih karena ayam saya meninggal" Ucap Lelaki itu melahap lolipop nya. Jujur saja dia tidak sedih di pindahkan di luar negeri, dirinya malah senang bisa melihat bule tiap hari. "Om gak punya uang buat beli ayam ya? Caranya dapat uang biar bisa beli ayam lagi gimana?" Tanya Gaby. "Kamu mau bantu saya biar bisa beli ayam?" Tanya revan menaikkan sebelah alisnya. "Mau!, caranya gimana?" Tanya Gaby balik. "Ayok ngelonte" Balas Revan. "Ngelonte itu apa?" Revan memutarkan bola matanya malas "Ngelonte itu dapat duit, bisa bikin tetek kamu gede juga, kamu mau gak?" Tanya Revan. "Mau!" Mendengar jawaban Gaby, langsung saja Revan menggendong bocah tersebut ala karung beras. Gaby teringat jika belum minta izin maka dari itu gadis itu teriak agar Mamahnya yang sedang menyapu mendengar suaranya. "Mah! Aku izin mau pergi sama Om Revan!" Teriak Gaby. "Kemana!" Balas Mamahnya teriak. "Ngelonte Mah!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines