Unforeseen Love's Melody

Unforeseen Love's Melody

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 16, 2024
Cerita ini tentang perjalanan cinta yang rumit antara Jiwoo, Brahma, dan Rafa. Jiwoo, seorang pemuda yang jatuh cinta pada Brahma, terpaksa menghadapi kenyataan bahwa Brahma adalah seorang heteroseksual. Sementara itu, Rafa, teman baik Jiwoo, menyimpan perasaan yang lebih dari sekadar persahabatan untuk Jiwoo. Dalam perjalanan mencari cinta, Jiwoo dan Brahma mengalami banyak konflik dan rintangan, tetapi juga momen intim yang menguatkan hubungan mereka. Di sisi lain, Rafa terus berjuang dengan perasaannya yang tak terbalas. Mereka semua terlibat dalam dinamika rumit hubungan persahabatan dan cinta. Namun, ketika Jiwoo dan Brahma akhirnya menemukan kebahagiaan bersama, nasib tragis menimpa mereka. Tragedi ini meninggalkan mereka dalam kesedihan yang mendalam. Meskipun demikian, mereka semua menemukan kekuatan untuk melanjutkan hidup dan mengenang cinta yang mereka miliki.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • owned by obsession
  • Good Enough [END]
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)
  • He's Homophobic ✔️
  • Cinta Tak Terpisahkan (joongpond)
  • [END] Pregnant With My Childhood Friend
  • Candra & Rafa
  • HEARTBEAT (boyxboy)
  • Candala [2]
  • Cinta di Balik Autisme | BxB

kalo berminat follow yaaa (⁠●⁠♡⁠∀⁠♡⁠) buat yang homophobia ga usah salah lapak yaaaaa ini lapak nya boyxboy okee paham?? Sejak kecil, asa selalu dikelilingi oleh tiga sahabatnya-Alvander, Giovan, dan Devan. Mereka tumbuh bersama, melewati hari-hari seperti keluarga yang tak terpisahkan. Tapi seiring bertambahnya usia, perhatian mereka berubah arah. asa tahu persis kalau tiga sahabat masa kecilnya-Alvander, Giovan, dan Devan-bukan sahabat biasa. Perhatian mereka terlalu dalam, terlalu penuh, terlalu... obsesif. Tapi selama mereka nggak melewati batas, Asa memilih untuk diam. Bertahan. Berpura-pura nggak tahu. Sampai akhirnya, batas itu hancur pelan-pelan. Setiap langkahnya diawasi. Setiap geraknya dikendalikan. Asa mulai muak-dan satu-satunya hal yang ingin dia lakukan hanyalah pergi. asa tahu ini bukan cinta. Ini jebakan. Tapi bisakah dia benar-benar bebas? Atau pada akhirnya... dia akan tetap terkunci bersama mereka-satu, dua, atau bahkan semuanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines