Story cover for Serial Alpha by SlimeYeager
Serial Alpha
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Apr 18, 2024
Mature
"Tempat ini bukanlah tempat yang seharusnya kau tinggali." Kalimat itu memberi kesan yang mendalam kepada Feint. 

Berbagai mimpi aneh dan ngeri bermunculan setiap kali ia tidur. Tanpa sadar itu menggiring Feint bersama kawan-kawannya ke dunia lain. Harapan yang tinggi untuk bisa lepas dari mimpi memudar, tergantikan oleh rasa cemas yang mendalam.

4 Pemuda yang terjebak di dunia yang penuh hal-hal magis. Kebingungan, kecemasan, serta ketakutan menyelimuti pikiran mereka, tidak tau cara kembali ke rumah. Suasana semakin mencengkam seiring berjalannya waktu. Hingga petualangan untuk pulang semakin pun menjadi menegangkan. 

Berbagai rintangan serta hambatan terus mengiringi perjuangan mereka, hingga akhirnya mereka menemukan kenyataan atas alasan terpindahnya 4 pemuda ke dunia lain.

Kira-kira apa alasan mereka terpindahnya ke dunia lain? Apakah itu merupakan sebuah insiden yang tidak sengaja? Atau ada sandiwara yang disengaja atas peristiwa tersebut?
All Rights Reserved
Sign up to add Serial Alpha to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua by orangpendiam
23 parts Ongoing
Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.
You may also like
Slide 1 of 9
Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua cover
Naughty Love (COMPLETED) cover
Kamu Milikku cover
Love or Friendship [COMPLETED] cover
Alicia Stories : In Another World cover
CAHYA UNTUK MENTARI cover
Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG) cover
Technology cover
𝑫𝒆𝒂𝒓 𝑳𝒖𝒋𝒊𝒆 : 𝑫𝒖𝒏𝒊𝒂 𝑼𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑳𝒖𝒋𝒊𝒆 cover

Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua

23 parts Ongoing

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.