Triple K

Triple K

  • WpView
    Reads 575
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 10, 2025
Spin off Alara's brother "Mami! Abang Ken, nih, nakalin Andra!" Adu Andra pada sang mami yang tengah berada di dapur, ia kesal karena Abang keduanya ini tidak bisa membiarkannya menonton TV dengan nyaman "Abang, jangan usil," Bukannya takut, Ken yang memang suka sekali mengusili adik kembarnya itu semakin menjadi, ia mengambil remote tv dalam pelukan Andra dan langsung mematikan acara kesukaan adiknya itu. "Abang!" Pekik Andra tidak terima Ken justru tertawa terpingkal, sebelum tawanya itu di ganti dengan ringisan saat kepalanya terkena lembaran bantal sofa oleh sang sulung "Jangan usil, nangis nanti susah di belrhenti nya," tegur Keano dengan aksen cadelnya, yang hanya di tanggapi cengiran oleh sang adik keduanya itu
All Rights Reserved
#125
kenan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • A R S E A N A
  • 𝗧𝘄𝗶𝗻𝘀 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗲
  • Ini Lumi
  • One Shoot Brothership ✓
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • KEENAN [END]
  • ASKA (New Version)
  • OUR - Step Little Brother
  • The Other Side of Jevan

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines