Zaveen Untuk Zaline

Zaveen Untuk Zaline

  • WpView
    LECTURES 120
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mars 21, 2025
"Gimana? mau ya Lin?" tanya pria itu Zaline hanya diam seribu bahasa sembari menatap pria itu. Jujur, menurut Zaline ini terlalu sat set dalam hidupnya. "Jangan diam aja Lin, aku lagi serius ini" ujarnya lagi. "Lan lin lan lin, biasanya kamu gak pernah tuh manggil namaku" balas Zaline yang mencoba mengubur rasa gugupnya. "ya sudah, mau ya sayang?" tanya pria itu dengan lembut yang membuat muka Zaline panas dan memerah.
Tous Droits Réservés
#257
osis
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • tentang sebuah rasa
  • OPACRAPHILE [End]
  • couple till jannah
  • BUNGKAM
  • Cinta Tak Terduga
  • Zhilal El-Sirab
  • hanya untuk bunda
  • REMPLACER
  • FARZAA

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu