Dalam Bias Hujan dan Kaca

Dalam Bias Hujan dan Kaca

  • WpView
    LECTURAS 331
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 27
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 22, 2024
[WAJIB FOLLOW] Apa yang kalian harapkan dari aku? Aku hanya wanita biasa. Aku tak sempurna, tak juga sosok yang baik. Namun aku tidak sejahat yang kalian kira. Sejahat-jahatnya aku, masih jahat kalian. sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kalian. Apalagi? Aku selalu menguatkan diri ini agar bisa melalui dunia yang seperti tak berpihak. Aku tak menginginkan konflik dalam hidupku, namun apalah itu. Sebuah konflik pasti akan ada dalam kehidupan. Yok langsung di baca Hasil cerita murni dari pemikiran author sendiri. Sekian dari saya, matur suwun.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Assalamualaikum Imamku
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • Strong Girl
  • Cinta Tapi Cinta?
  • HELLO, ASHEL!
  • Christian & Marsha (S2)
  • Amin paling serius
  • Pangeran & Khumairah [Completed]

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido