Luka dari Semesta

Luka dari Semesta

  • WpView
    LECTURES 203
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., avr. 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jadinya ketika jiwa yang telah lama kehilangan bahagia, kini justru harus kembali kehilangan tenang, rasa yang selalu menjadi alasan kenapa ia bertahan menjalani kehidupan penuh luka itu. "Bahagia itu omong kosong, sayang. Hidup itu gak pernah adil. Tapi gue jamin keadilan atas kematian kakak gue akan terbayar tuntas." Teror yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya seakan menghantamkan gadis itu pada kenyataan pahit semesta, semesta yang tak pernah lelah memberinya luka. "Aaaaa!" "Pergi!" "Ata, bukan pembunuh!" "Tolong." Athara Zesillyna Agnibrata, gadis yang telah kehilangan peran seorang Ayah, gadis yang selalu merindukan pelukan hangat seorang ibu dan gadis yang selalu dituduh sebagai pembunuh oleh semestanya. Namun, sayangnya Athara tidak pernah sadar jika selama ini dia sang peneror itu selalu ada di dekatnya, bahkan menjadi penyemangat dalam kehidupan Athara. Dia yang seolah paling peduli atas luka gadis itu. -Belum Revisi
Tous Droits Réservés
#832
teror
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • EVIDEN (Republish)
  • Game of Hearts [REVISI]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • ARIEANNA
  • KEPERGIAN SENJA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Jika esok Tak Pernah Ada

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu