Nia, Rafha & Bandung

Nia, Rafha & Bandung

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 16, 2026
Hal yang paling menyenangkan adalah di kota Bandung, sebuah kota yang sejuta umat inginkan. Bahkan menua di Bandung bersama teman hidup, meraih kesuksesan di Bandung, berpendidikan tinggi di Bandung adalah sebuah hal yang lumrah. Tapi Niara Dianti, lebih memilih kursus di Bandung. Ini bukan kisah Niara yang akan menceritakan tentang kursusnya tapi dia ceritakan bagaimana dia dan satu pria yang ia sukai.
All Rights Reserved
#127
nia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sumilir [Selesai | Lengkap]
  • Arkan & Bandung
  • Mencari Cahaya di Bandung [ Written By Casha ]
  • Transmigrasi: Love Punch
  • Nostagia dalam perjalanan
  • LANGIT, BINTANG, DAN ALAM SEMESTA[TERBIT✅]
  • Asmara di kebun teh (End)✓
  • Bandung dan Kamu
  • Bandungku Kini Berbeda [LEE HAECHAN]

[Cerita ini minim konflik dan aku tujukan agar kalian terhibur dengan romansa desa yang sederhana] Areksa Mahendra, Mas-Mas Jawa yang berprofesi sebagai petani di desa itu harus mengalami kejadian naas di umurnya yang sedang semangat dalam menggarap bisnis dan sawahnya. Satu tahun lalu ia harus menjadi korban tabrakan dari seorang pengemudi mabuk. Kaki kirinya patah dan harus menjalani serangkaian operasi. Bahkan setelah semua operasi ia jalani, ia masih tetap belum bisa menggunakan kaki kirinya seperti sedia kala dan harus menggunakan kursi roda. Anindya Nasywa Ayudisha, perempuan yang baru saja mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Tidak seperti orang lain yang memilih melanjutkan hidupnya di tengah gemerlap kota besar seperti Jakarta, Nindya memilih pulang ke desa. Nindya merasa Jakarta bukanlah tempatnya untuk hidup. Ia tidak menemukan dirinya sendiri di Jakarta. Sebulan di rumah, ia benar-benar menikmati hidupnya, meski menjadi pengangguran tentunya. Nindya mengganti semua waktu yang ia jalani di Jakarta dengan bermain dan hidup sesuka hatinya di desa. Nindya menjadi lebih bersosial daripada ketika di kota. Semua umur, baik laki maupun perempuan bisa Nindya dekati. Terutama, Ibu Ningrum, wanita yang selalu melabeli dirinya sebagai calon mantu bagi anak laki-lakinya yang tak lain adalah Areksa Mahendra.

More details
WpActionLinkContent Guidelines