Bloom Camelia

Bloom Camelia

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 19, 2024
Dia memiliki segalanya rasa-rasanya ada banyak sekali orang yang iri pada dirinya, tapi percayalah Camelia yang kuceritakan bukan sebuah bunga liar yang bebas dan lepas, Camelia yang kuceritakan seringkali rapuh dan sedih dalam sangkar emas yang dimilikinya. Dalam kesendirian yang tersembunyi di balik kemegahannya, Camelia merenungkan arti sejati dari kehidupan dan kebahagiaan. Meskipun terikat oleh harapan dan ekspektasi orang lain, ia mencari kekuatan dalam kelembutan dan ketulusan hatinya sendiri. Melalui perjalanan yang penuh liku, Camelia belajar untuk mencintai dirinya sendiri dan menemukan kebahagiaan yang sejati di dalamnya, meskipun terkadang itu berarti melepaskan diri dari sangkar emas yang membatasinya. - Bloom Camelia hadiah yang ingin aku persembahkan untuk teman baik dan gadis rapuh yang merindukan sosok ibu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • eternal flower
  • Kamelia Bunga yang Layu
  • The Beauty Of Brokennes
  • Twinblossom
  • Embrace again, Arnan
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • Hidden In The Dark
  • possessive Alejandro
  • Keluarga di Ujung Senja
  • She Is Leader Mafia || Terbit

Azelia adalah seorang gadis yang begitu mencintai alam. Alam adalah tempat ia merasa hidup, tenang, dan bebas. Dari gemericik air sungai, desir angin hutan, hingga wangi bunga liar yang bermekaran-semuanya menjadi bagian dari jiwanya. Namun, di antara semua keindahan itu, hanya satu bunga yang selalu mengisi mimpinya: *Bunga Keabadian*. Bunga legendaris yang dipercaya hanya tumbuh di puncak Gunung Aeloria, tempat yang sunyi dan suci, jauh dari jangkauan manusia biasa. Konon, bunga itu tidak boleh dipetik. Sebab siapa pun yang mencoba membawa bunga keabadian dari tempat tumbuhnya, cinta yang ingin ia persembahkan justru akan layu dan hilang arah. Namun jika seseorang membawa orang yang dicintainya ke tempat di mana bunga itu tumbuh, maka cinta mereka akan bersemi abadi-seperti bunga itu sendiri, yang tak pernah gugur meski waktu berlalu. Azelia memimpikan seseorang yang kelak akan membawanya ke sana. Bukan untuk memberikan bunga itu kepadanya, tapi untuk *berjalan bersamanya*, berdiri di hadapan keajaiban alam, dan memaknai cinta dalam keheningan yang tak butuh kata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines