See Me, Jerry!

See Me, Jerry!

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 19, 2025
Konon katanya mimpi hanya sekedar bunga tidur, lalu bagaimana jika sebuah mimpi menjadi nyata? Saat ituu Jerry dan temannya sedang duduk menikmati makanan di kantin kampus. Terlihat Jerry sedang membicarakan hal yang serius di sana, namun temannya justru menertawakannya. Pertemuan Jerry dengan gadis cantik bernama Kiyara benar-benar di luar dugaan bahkan bisa dibilang aneh. "Wake up, Jer!!!, lu cuma mimpi bukan beneran nyata" Ucap temannya, Dariel sembari menepuk bahu Jerry. Jerry, cowok berparas tampan nan menawan yang amat irit bicara. Belakangan ini pikirannya menjadi acuh tak acuh setelah bertemu dengan Kiyara, gadis yang sebelumnya datang ke dalam mimpinya kini hadir dikehidupannya. Kiyara melambaikan tangannya pada Jerry seolah menyapa Jerry sambil tersenyum padanya dari jarak jauh seraya berjalan ke arahnya. Sontak membuat teman-teman Jerry yang berada disana langsung menggoda Jerry memberi pertanda untuk pergi. "See me, Jerry!" Kiyara memegang erat tangan Jerry dan membuat Jerry terdiam menatapnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada Jerry? Dan apa hubungannya Kiyara dengan mimpinya? Mungkin beberapa orang beranggapan ini hanya cerita tentang mimpi. Namun, mengingat orang yang mengalami mimpi indah, pasti ingin tetap di sana. Sama dengan kisah dalam cerita ini yang akan membuatmu menetap. Yuk ikuti kelanjutan cerita dari "See me, Jerry", Selamat membaca!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines