Gelombang emosi

Gelombang emosi

  • WpView
    Membaca 414
  • WpVote
    Vote 19
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 1, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku anak haram, Aku tak diinginkan, aku tak seharusnya lahir. Darah kriminal, darah pembunuh. Mengalir di tubuhku. * Nama dia Azalia Clara. Gadis paling aktif di sekolah, terkenal dengan keceriaan dan keramahannya. Nama dia Azalia Clara, tak ada yang tahu bahwa dia menyembunyikan rasa sakit yang mendalam di topengnya. Nama dia Azalia Clara dia yang disebut anak haram, dia yang disebut anak tak diinginkan, dia yang dituduh sebagai pembunuh, dia yang menerima segala rasa sakit. Padahal Azalia tak salah apapun, dia tak tahu apapun. ** Catatan Azalia Aku ingin jadi gadis normal. Seperti teman-temanku, hidup rukun dengan Saudara masing-masing, ketika pulang bisa makan-makanan hangat. Disambut dengan senyuman bukan tamparan. Aku ingin tersenyum secara tulus bukan senyuman palsu seperti yang biasa kuberikan. Oh tuhan. Aku ingin bahagia. Aku ingin bebas dari perasaan ketakutan ini. Kapan aku akan bebas dari belenggu penderitaan ini? Kapan aku bisa bahagia? . Author (R.A Wibowo) : novel ini cuma uji coba,bakal di unpublish setelah beberapa bab. Untuk dikembangkan. Aku cuma mau tahu apa novel ini bakal ramai atau gak
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#186
depresi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • SKALETTA [END]
  • About Naskala [on going]
  • Azila dan Rahasia
  • Psikopat Digital? [End]
  • AZILA (Terbit)
  • Second lead

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan