Sajak -Sajak Usang

Sajak -Sajak Usang

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 25, 2024
Berpuisi lah untuk mengabadikan rasa, indahnya kemarin tak akan sama dengan hari ini ,esok ataupun nanti, namun semua memiliki titik sedih senangnya. Puisi mengajar kan banyak arti untuk mengolah aksara meski tak bermakna Aku belum terbiasa Hanya saja selaksa gemuruh itu Memenuhi pikiran ku Tuangkan saja Meski tak ada yang membaca Sebab puisi-puisi itu Akan membuat mu lega. Apakah ini puisi? Jangan bertanya Karena aku pun hanya bermodalkan semangat dan olahan rasa. __sl
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Memukul (✅)
  • poem
  • Rembulan Yang Sirna
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • My Wish
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI

Lo pernah gak, tinggal serumah sama orang-orang yang semua punya trauma masing-masing? Gue pernah. Bahkan sekarang masih. Ada 13 anak di rumah ini. Yang satu trauma masa kecil, yang lain dibuang keluarga, yang satunya lagi gak tau arti kata "dipeluk". Kadang kita ketawa. Tapi lebih sering diem, bengong, atau nangis diam-diam di dapur. Bukan karena lemah, tapi karena hidup gak pernah ngajarin caranya sembuh. Semua memukul, gak pernah ada yang memeluk. Warn: Harsh Word, Friendship not Bxb/Boy Loves Start: Jum, 23 Mei 2025 End: Jum, 3 April 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines