Story cover for ANANTARA by _ZhongHazle_
ANANTARA
  • WpView
    LECTURAS 2,580
  • WpVote
    Votos 1,423
  • WpPart
    Partes 21
  • WpView
    LECTURAS 2,580
  • WpVote
    Votos 1,423
  • WpPart
    Partes 21
Continúa, Has publicado abr 19, 2024
"Anantara," ucap zean melihat coretan di buku diary grenna yang penuh dengan kalimat yang sama yaitu "ANANTARA".

"Artinya apa?" Tanya zean.

Grenna tersenyum lalu menutup buku diary miliknya. "Anantara merupakan istilah yang diambil dari bahasa sansekerta yang secara harfiah dapat diartikan sebagai rumah tanpa jarak," ujar grenna.

Zean mengangguk paham, lalu merangkul grenna menyandarkan kepala gadis itu dipundaknya.

"Gakpapa kalau emang gak ada tempat untuk bercerita, udah biasa nangis sendiri kan?" Ucap zean.

Grenna mengusap kelopak matanya yang sudah berkaca-kaca. "Gue punya rumah, tapi gue gak punya rumah," lirihnya pelan.

Zean tersenyum tipis,paham dengan apa yang dikatakan grenna. "Semua orang bisa menjadi ibu, semua orang bisa menjadi ayah, tapi nggak semua orang bisa menjadi orang tua," ujar zean.

Grenna menghela nafasnya lelah, lalu menatap zean yang juga menatapnya. "Mari sembuh, tanpa bercerita," ucapnya.

Zean mengangguk pelan, tangannya terulur untuk menghapus jejak air mata di kelopak mata grenna, "jaga diri, jangan mati ditangan sendiri."


..................................................................................


Pict:Pinterest
_2024_

 Story rating🎖️
#3 menyedihkan
#3 mati rasa
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ANANTARA a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#574menyedihkan
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Zenna Story de Senaaraini
37 partes Continúa
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
𝟗𝟎% 𝐋𝐮𝐤𝐚 [𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠] de lolipopliasa_
20 partes Continúa
In another life, tanpa perpisahan. ❝𝐁𝐨𝐥𝐞𝐡𝐤𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩, 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐧𝐲𝐚, 𝐚𝐤𝐮 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐮𝐭𝐮𝐡--𝐣𝐞𝐦𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥𝐤𝐮 𝐝𝐢𝐠𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐦 𝐞𝐫𝐚𝐭 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐮𝐚𝐤𝐮?❞-𝐀𝐥𝐞𝐧𝐚. ~•~•~•~ Selembaran kisah seorang Alena Queenzy Ravendra. Di masa kecilnya, Alena pernah percaya bahwa dewasa adalah ruang yang aman. Ia membayangkan setiap langkah akan selalu diiringi dua sosok yang sama, berdiri di sisi kanan dan kirinya. Ia tak pernah tahu bahwa keyakinan itu hanyalah ilusi yang tumbuh terlalu dini--karena pada akhirnya, rumah yang ia sebut tempat pulang justru runtuh tanpa aba-aba. Keluarganya hancur, meninggalkan sunyi yang menetap dan luka yang tak sempat diberi nama. Sejak hari itu, Alena belajar satu hal. Menelan sakit tanpa suara. Ia menjalani hari-hari dengan hati yang perlahan mati rasa, tersenyum pada dunia seolah semuanya baik-baik saja, sementara jiwanya terus kehilangan tempat berpijak. Hingga Arga Jevano Luxverio hadir, membawa warna yang nyaris Alena percaya sebagai kebahagiaan. Ia memberinya rasa nyaman, sekaligus jarak yang tak pernah bisa ia pahami. Bersamanya, Alena berani berharap--meski jauh di dalam hati, ia tahu, tidak semua yang datang berniat tinggal. Terlebih ketika Arga menyimpan rahasia, dan Alena hanya bisa menunggu apakah kebenaran akan kembali mematahkan hatinya. PLAGIAT DI LARANG MENDEKAT!
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Zenna Story cover
Paradise cover
The Secret Of Old School  cover
About Naskala [on going] cover
Savero Archandra || Haechan || END cover
Deberìa Redirme? (End)  cover
REGRET [END] cover
Sheina (Terbit)  cover
Cerita Sandhyā  cover
𝟗𝟎% 𝐋𝐮𝐤𝐚 [𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠] cover

Zenna Story

37 partes Continúa

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!