Bagaskara

Bagaskara

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 26, 2024
pertemuan pertama kita itu begitu berkesan dalam ingatan ku melekat pekat bersama kenangan nya . Kamu datang dalam kehidupan ku memberi cahaya pada awan yang sedang mendung,menarik ku untuk bangkit dari segala sakit. Memilih untuk tidak jatuh cinta lagi itu bukan pilihan Perasaan itu tumbuh di luar kendaliku maaf jika perasaan itu mengganggumu. *** Pernah di posisi dimana takdir seolah bekerjasama mempertemukan antara aku dan dia tapi nyatanya hanya harapan ku yang meninggi padahal realitanya aku di jatuhkan. Bagaskara Ananda Pradipta laki-laki yang memiliki paras tampan nomor 1 di SMA Angkasa permata sekaligus ketua geng Wilayah SMAPTA .Bagi Bagas solidaritas paling tinggi adalah sebuah pertemanan.ketua geng motor dengan nama BLAZE. B untuk Bagas ,N untuk Nadya dan B untuk Brian. Penasaran? Mari masuk kedalam critanya. Up 19:00 25/05/24
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Never Be The Same
  • PEMERAN UTAMA season 1
  • AGAV
  • LASKAR & PELANGI
  • Fraternité
  • Raden
  • One Year With You
  • Ar'Gatha (selesai✔)
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • RAINSAM (SELESAI)

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

More details
WpActionLinkContent Guidelines