Maybe Not For You

Maybe Not For You

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 21, 2024
Manusia akan selalu memiliki ekspektasi tentang kehidupannya, tentu semua manusia ingin memiliki kehidupan yang bahagia, baik dengan keluarga, teman, dan pasangannya. Kita semua berhak mendapatkan kebahagiaan tersebut. Tak apa bermimpi setinggi-tingginya, tak apa memiliki harap yang tinggi akan suatu hal. Karena kita berhak, semua insan manusia di dunia ini berhak untuk bahagia. Namun, apakah semua manusia bisa mendapatkan hal tersebut? Apakah semua manusia berhak mendapatkan kesempatan baik itu? Kalau semua berhak mendapatkan kebahagiaan, mengapa kehidupan yang diinginkan oleh Syahla berbeda?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arexsa Jackson Devidos
  • Topeng
  • Die, Or Die (Tamat) ✅
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  •  HAZELA
  • RAPUH!
  • 6 CAHAYA KEHIDUPAN
  • Blurred Lines
  • LyorArdhan

∆°•°∆ alur aku rombak sepenuhnya Ia lahir dalam keadaan buta-sebuah kondisi yang tak pernah diharapkan oleh banyak orang di sekelilingnya. Meski begitu, sang ibu selalu menjaganya dengan penuh kasih, menjadi satu-satunya tempat ia merasa diterima. Namun ketika usianya baru menginjak lima tahun, sebuah kejadian tragis mengubah hidupnya selamanya. Saat mereka sedang berjalan bersama, sebuah insiden terjadi. Tanpa ragu sedikit pun, sang ibu melindungi putranya dengan tubuhnya sendiri. Nyawanya tak dapat diselamatkan. Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mendonorkan kedua matanya untuk putra tercintanya. Sejak saat itu, anak kecil yang dahulu hidup dalam kegelapan akhirnya dapat melihat dunia. Namun cahaya yang ia dapatkan justru diiringi bayang-bayang kebencian. Keluarga besarnya tak pernah benar-benar menerimanya. Mereka menganggap bahwa kematian sang ibu adalah kesalahannya-bahwa dialah penyebab wanita itu kehilangan nyawa. Tumbuh tanpa kehangatan keluarga membuatnya terbiasa menghadapi kesepian. Ia tidak mengenal pelukan, tidak pula kata-kata lembut yang seharusnya menjadi bagian dari masa kanak-kanaknya. Tetapi dari kesunyian itulah ia menempa dirinya. Dengan kecerdasan luar biasa dan IQ yang jauh di atas rata-rata, ia mengabdikan dirinya pada dunia ilmu pengetahuan. Tahun demi tahun ia bekerja keras, hingga akhirnya berhasil mendirikan sebuah perusahaan farmasi yang berkembang pesat. Perusahaannya menembus pasar Asia, Eropa, hingga Amerika. Dari seorang anak yang pernah hidup dalam kegelapan dan kebencian, ia tumbuh menjadi sosok yang menguasai dunia dengan kemampuannya sendiri. Namun di balik kesuksesan itu, ada luka lama yang tak pernah benar-benar sembuh-luka dari seorang anak yang hanya ingin dicintai. ∆°•°∆ dilarang keras plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines