Bertaut

Bertaut

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Kehidupan yang menyakitkan dan sulit untuk di tebak ialah kehidupan nyata. Kehidupan yang begitu sulit untuk di lewatkan banyak orang, selalu ada tangisan, dan luka yang menghiasi kehidupan orang lain. Lelah dengan semua keadaan yang menuntut untuk hidup, diri ini sudah muak dengan kehidupan yang menyakitkan. Menyembunyikan semuanya di balik tingkah laku yang konyol, berusaha membodohi diri sendiri dengan kenyataan yang pahit pura-pura tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, kasur dan bantal sering menjadi saksi biksu penderitaan seseorang yang tidak diketahui orang lain. Keluarga, tempat yang sering di bilang untuk bersandar, untuk mengeluarkan keluh kesah, untuk kembali menjadi jati diri nya sendiri tapi nyatanya sering kali keluarga yang menjadi hal utama sesorang mendapatkan luka, seseorang yang mengeluarkan tangis nya. Keluarga tidak selalu menjadi rumah terbaik, bisa jadi keluarga merupakan neraka kejam, dan pada akhir nya membiarkan diri mengikuti alur kisah hidup tanpa adanya penolakan adalah jalan yang sering di pilih oleh banyak orang, membiarkan air mengalir membawa hidup nya hingga tujuan akhir, Alam Kubur. "Bunda, Lia hancur" ~~~
All Rights Reserved
#730
k-pop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Sea Gentala (Tamat) ✔️
  • Bayangan Orang Lain
  •  Jauh dari Hangat
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Silence In Their Minds
  • A Life That Turns
  • Happy Is Bulshit
  • Aluka (Proses Penerbitan)

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines