ARKANA SAGARA GANENDRA (ON GOING)

ARKANA SAGARA GANENDRA (ON GOING)

  • WpView
    Dibaca 150
  • WpVote
    Vote 39
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Nov 30, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
FOLLOW DULU SEBELUM BACA!!!! ARKANA SAGARA GANENDRA seorang remaja laki-laki yang menjadikan dirinya rumah untuk seorang gadis yang sangat ia cintai. Ia rela berkorban apapun untuk gadis yang sangat ia cintai itu. Tanpa gadis itu tau jika Arkana pun mempunyai luka yang selalu keluarga nya torehkan. Orang-orang hanya melihat keluarga Arkana harmonis, tanpa tau sebenarnya apa yang terjadi di dalam nya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#171
solidaritas
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ruang
  • About Naskala [on going]
  • Sweet Nothing
  • [AHS#1] Arka
  • Something Bitter
  • AL: Stand Alone [END]
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Gadis Pukul [COMPLETE]
ruang

SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang. Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi. Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan. Copyright © 2025, PapaLumoL

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan