Dear Fa

Dear Fa

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 13, 2024
Kau bilang hanya pergi sebentar, tapi kenapa begitu lama. Kau bilang hanya aku satu satunya, tapi kenapa ada dia. Kau bilang dia hanya teman, tapi kenapa terlihat spesial. kau bohong!kau penipu!! kau pergi tanpa tau betapa sakit hidup ku setelah itu.Hingga kau tak tau, berapa goresan yang telah terlukis di lengan kecil ini. Hingga kau tak tau berapa banyak tetes air mata yang telah jatuh menangisimu. Dan kini, kau abadi. Abadi dalam cerita dalam sepenggal kisah ini. Selamat menjadi aktor utama.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • As Time Allows
  • The trap becomes an advantage
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Now or Never
  • This Love
  • Aderaga [ON GOING]
  • Bintang Embun Dalam Kenangan
  • Penjara suci
  • The Multiple Personality

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan