Cerita ke-2 dari Forsythia and Gladiol.
Kelanjutan dari petualangan Liana di kerajaan Forsythia.
***
Setelah petualangan yang panjang, Liana terbangun. Semua yang telah dialaminya, ia anggap sebagai bunga mimpi masa kanak-kanaknya.
Semua itu, disimpannya sebagai kenangan masa kecilnya. Tetapi hanya satu yang ia harapkan, yaitu... Kehadiran nyata sosok pangeran yang ada di dalam mimpinya.
Seorang pangeran yang telah berjanji akan selalu bersamanya, baik suka maupun duka. Liana berharap, pangerannya menjadi sosok nyata yang hadir di hidupnya.
***
Setelah pertarungan yang panjang antara harapan dan keputusasaan. Yang mana banyak menggugurkan orang terkasih, kerajaan Forsythia dilanda oleh kabut duka yang mendalam. Banyak rumor yang bertebaran, ada yang mengatakan jika itu adalah karma dari insiden pembantaian kerajaan Salju Putih. Dan ada yang mengatakan jika itu adalah bentuk hukuman dari Dewi harapan dikarenakan sang simbol yang menghilang.
Akan tetapi sang kaisar tetap berdiri kokoh di singgasananya, ia bahkan memperluas wilayah kekuasaannya dan menjadi seorang kaisar melebihi ayahnya, sang Raja.
Namun, ada satu hal yang sangat ia rindukan, yakni kepingan jiwanya, batu emeraldnya.
Liana Theresia.
***
Kini, dongeng itu kembali dimulai, membangun harapan lama yang terlupakan. Dongeng dengan segala harapannya kembali membuka panggung baru, Liana Theresia bersama Vion de Forsythia kembali memainkan peran mereka.
Original story by: Nata_allkhanza.
All Rights Reserved