Eyes | Crossover

Eyes | Crossover

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 20, 2025
ON GOING, VERY SLOW UP "Pusatkan atensimu pada iris matanya, dan kau akan mengerti dia berbicara apa." Bisu tak menjadi kekurangan, selagi kau pandai memainkan ekspresi wajah, itu bisa menjadi alat bantu. Begitu pikirnya, meski ia tahu, dirinya tumbuh dikalangan manusia manipulatif dan munafik, oh! Apa pedulinya? Yang penting, hidupnya tentram saja tuh. Apalagi penampilannya yang tidak kurang, tapi juga tidak berlebihan. Jujur saja, ia cukup bangga karena terlahir dengan fisik seperti itu. Meski kekurangannya adalah dirinya yang tidak terlahir untuk bisa berbicara. ━━━━━━━━━━ ⧽ ─ 𝘀𝗻𝗱𝘆𝗿𝘃, 2025 xreader, crossover, manhwa, anime, 13+ [Aslinya draf ini sudah pernah saya publish, tetapi saya rombak lagi sedikit demi sedikit, mengingat banyak paragraf yang terasa kaku dan kurang.]
All Rights Reserved
#142
honkaistarrail
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor
  • I Want to Live
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES (ONGOING) || Romance Horror
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Love at Time's Brink
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines