JEJAK LUKA [Revisi]

JEJAK LUKA [Revisi]

  • WpView
    Reads 82,912
  • WpVote
    Votes 2,193
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 12, 2026
Seena itu anak tengah, ia berbeda. Ia bodoh, entah mengikuti gen siapa. Namun, apakah semua itu salahnya? Apakah sebelum dirinya hidup di bumi, ia bisa meminta pada Tuhan untuk memberikannya kehidupan yang sempurna? Kata orang, kehidupannya begitu indah. Tetapi, itu hanya-lah sudut pandang orang yang tak mengenal dirinya. Apa yang begitu indah di kehidupannya. Di bandingkan dengan saudara sendiri? Jika suatu hari dirinya menghilang, jejak kehidupannya masih ada disini. ●Tidak pandai membuat deskripsi. Tolong jadilah pembaca yang baik, kalau suka vote ya. Kalau ada kesalahan, tolong di kritik, saya juga masih belajar. -hasil pemikiran sendiri -semua gambar saya ambil dari pinterest ⚠️Mengandung kata kata kasar
All Rights Reserved
#387
anaktengah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang
  • Dear Renjun || Nct Dream
  • Ibu Aku Masih Butuh Pundakmu
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • AMETHYST BOY
  • Perihal Sandwich(End)
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

[TELAH DITERBITKAN] -☆- Setiap manusia yang hadir ke dunia ini pada awal ia lahir bukan kah terlahir dalam keadaan suci, tanpa dosa, dan tidak tahu menahu apa yang akan dia hadapi untuk hidupnya? Sama seperti Rifki, anak yang terlahir dari hubungan terlarang sang ayah bersama wanita lain. Membuat Rifki hidup dengan penuh kesengsaraan, didampingi dengan keenam kakak laki-laki yang enggan mengganggap ada dirinya. Apakah sanggup dirinya menjalani hari-hari gelap yang selalu menghantuinya dan memberi beribu ketakutan padanya? Selama enam belas tahun hidup dengan penuh penderitaan serta penolakan keras dari sang abang bukanlah pilihannya. Apakah ia bisa meluluhkan keenam kakaknya untuk memberi sedikit perhatian mereka padanya? Ia mampu? Atau memilih menyerah? Dan juga, bagaimana cara dia untuk menghilangkan rasa takut untuk menjalani hari esok? "Jika sulit menerima hadirnya aku, setidaknya berikan aku ruang untuk merasakan rasa tenang dan kasih sayang, Abang." -ENHYPEN CAST- ✰ Jangan lupa follow aku sebelum baca dan vote serta spam komen sebagai bentuk menghargai author. ✰ Beberapa chapter mengandung kekerasan, kata-kata kasar, dan bullying⚠️ ✰Jangan sangkut pautkan cerita ini dengan cerita manapun. Karena ini murni ide imajinasi saya tanpa mengcopy karya penulis lain. So, enjoy and happy reading! ♡ Since: Juli 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines