Cinta Yang Memudar

Cinta Yang Memudar

  • WpView
    LECTURAS 2,718
  • WpVote
    Votos 274
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 3, 2025
Kata orang, sangat membahagiakan menikah dengan orang yang dicintai. Namun, bagaimana jika cinta itu memudar setelah menikah? Itulah yang Meyra rasakan. Sembilan tahun pacaran, lalu menikah. Tapi perasaan itu tiba-tiba memudar seiring berjalannya waktu. Memudarnya perasaan itu bukan tanpa sebab, ada banyak perubahan yang terjadi setelah pernikahan, Meyra menyadarinya. Perlakuan Ikram suaminya masih sama hanya saja setiap perhatian yang suaminya berikan terasa hambar dan Meyra merasa tidak bahagia lagi. Meyra berusaha mempertahankan rumah tangganya dan tidak menyerah demi putrinya. Namun, hal yang tidak terduga membuat Meyra harus memilih dan memikirkannya lagi, bertahan atau menyerah.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Timpang Tindih
  • After divorce
  • Welcome My Happiness
  • Holding On
  • PELENGKAP HIDUPKU
  • Indah di Senyum Mu
  • Perempuan Kedua
  • RETAK [END]
  • Behind Our Eyes
  • Say Bye

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido