Ayah dan Ibu?
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 25, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa hanya aku yang merasakan ketidak adilan nya kasih sayang seorang ibu?" Bukan kah ibu adalah sesosok wanita yang memiliki hati baik kepada anak nya sendiri, bukan kah ibu adalah seoang wanita yang selalu memberikan keadilan dalam kasih sayang nya kepada anak anaknya? tidak bagi ku, ibu ku tak perduli kepada diri ku, ia menelantarkan ku, membiarkan ku, aku merasa seperti tak di anggap di hidupnya, layaknya aku hanyalah sampah dihidupnya. "kapan kau berhenti membenci ibu mu nin?" jika ada yang menanyakan hal itu aku akan menjawabnya tanpa berfikir dua kali, aku terus membenci ibuku hingga akhir hayat ku. ayah ku? dia adalah pahlawan ku dia pria yang paling baik yang pernah aku temui, pria yang berbaik hati pria yang selalu menjaga ku dari kejauhan, aku sangat merindukannya..
All Rights Reserved
#219
perceraian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WRONG LOVE [HIATUS]
  • My Blue
  • PELUKAN AYAH RUMAH SEBENARNYA (Sudah Terbit)
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • Eliinaa
  • This Is Not My House
  • The Family
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)

Tidak semua cinta lahir dari darah. Sebagian hadir sebagai takdir yang diselubungi sunyi. Adhara Tanisha Raveenza, mahasiswa Kedokteran semester dua di Aurora International University, tumbuh sebagai cahaya, sangat ceria, berani, dan penuh harapan. Namun, di setiap langkahnya, selalu ada Alvaren Charlie Raveenza. Tenang, dominan, dan terlalu setia. Cinta Alva bukan sekadar rasa, melainkan bhakti, pengabdian tanpa syarat. Ia melindungi Adhara bukan karena harus, tetapi karena tak mampu berhenti. Ketika rasa itu berubah menjadi cinta yang saling berbalas, batas bernama keluarga mulai retak. "Aku nggak takut kehilangan apa pun, Sayang," bisiknya lirih. "Selama kamu tetap di sini, dalam jangkauanku. Aku nggak akan membiarkan siapa pun mengambilmu dariku." Sebab cinta Alva selalu lebih besar. Cukup luas untuk menampung luka dan cukup berani untuk melawan takdir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines