1 part Ongoing Selalu terlihat baik-baik saja di depan orang-orang, padahal aslinya dia sangat hancur.
Abam masih sangat merasa bersalah atas meninggalnya salah-satu anggota keluarganya. Karena kepergian itu bukan hanya menghancurkan hatinya saja, tapi menghancurkan keluarganya juga.
Meski hidupnya begitu hancur, namun Abam selalu berusaha untuk membalut tangisnya dengan tawa, alias menyembunyikan tangis di balik senyum.
Abam selalu tertawa di tempat yang ramai, namun ia selalu merasa sepi. Mungkin mereka pikir hidupnya baik-baik saja, padahal hidupnya kini ia jalani dengan penuh kepalsuan.
Ia tak sebahagia yang mereka kira. Ia tak seceria yang mereka lihat, yang mereka lihat semuanya palsu, yang dia tampilkan adalah palsu. Aslinya berantakan.
Banyak orang yang tahu siapa namanya. Namun, tak seorangpun tahu betapa hancur jiwanya.