Rasa Karsa

Rasa Karsa

  • WpView
    LECTURAS 4,260
  • WpVote
    Votos 551
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 30, 2026
Dalam "Rasa Karsa", kita dihadapkan pada cermin yang memantulkan kompleksitas hubungan saudara kembar yang dipenuhi dengan ketidakadilan dan penderitaan. Bayangkan dua jiwa yang terhubung oleh ikatan darah, tetapi dihancurkan oleh perlakuan yang tidak adil dari orang tua mereka. Namun, ini bukanlah kisah biasa tentang saudara kembar. Di tengah ketidakadilan yang mereka hadapi, keduanya juga harus menghadapi musuh yang lebih besar: penyakit mental yang mengintai dalam kegelapan. Dengan setiap halaman yang berlalu, pembaca diundang untuk menyelami kedalaman emosi yang memilukan, merangkai keping-keping kisah yang penuh dengan teka-teki dan keputusasaan. Di balik keindahannya, cerita ini memuat adegan yang memicu perasaan yang kuat bagi mereka yang memiliki pengalaman dengan penyakit mental. Oleh karena itu, persiapkan diri dengan baik sebelum membenamkan diri dalam aliran emosi yang mengalir dari setiap halaman.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hopeless
  • Destiny(?)
  • Kita dan Samudra
  • ALONE
  • 1200 Detik [ End ] ✅
  • Dalam Diam | Hiatus
  • Di Balik Layar [Completed]
  • Clarisa Yunita ( End )
  • Sinar Harapan Di Ujung Jalan[HIATUS]
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido