Estungkara

Estungkara

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Bukan tentang siapa yang paling terluka. Semua melepaskan kerinduan dibawah cakrawala. Tentang rasa yang tak pernah tersampaikan. Tentang angan dan bayang-bayang. Bandung, ia saksi bisu tentang bagaimana aku mengagumimu hingga saat buku ini usai tapi tidak dengan perasaanku. ••• -"Secercah harapan, setinggi kesabaran, sedalam kerinduan."- -Kieran Azussena- ••• Start : 28-04-2024 Finish : -
All Rights Reserved
#132
sickstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Track 01: Sebuah Lagu dari Masa Lalu [PREVIEW]
  • LUTTÉ (End)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • ARUM | On going
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Hide A Love (SELESAI)✔
  • Welcome Home, Saga!
  • DIFRAKSI
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Nanti Juga Sampai

Di gudang rumah lamanya yang penuh dengan kotak-kotak berdebu, Damia tanpa sengaja menemukan sebuah mixtape tua berlabel, "Kisah Klasik Tentang Kita" dan selembar foto yang memperlihatkan masa muda ibunya. Seminggu yang lalu, ibunya meninggal dunia. Meninggalkan Damia dengan kerinduan untuk memahami masa lalu ibunya. Mixtape usang tersebut menjadi penghubung ke sejarah ibunya, sementara foto tersebut mengisyaratkan sebuah kelompok yang dulunya bersatu erat, namun berakhir terpecah belah akibat kompleksitas kehidupan. Namun, di tengah perjalanan menggali masa lalu ibunya, Damia justru menemukan fakta yang membuat dunianya dilanda badai hebat. "Ayah bisa ngomong kayak gitu karena Ayah nggak pernah tahu gimana rasanya jadi seseorang yang nggak pernah diinginkan keberadaannya. Seseorang yang hampir dibuang bahkan sebelum dia diberi kesempatan untuk hidup. Itu rasanya sakiiit banget. Jauh lebih sakit dibanding aku harus terima kenyataan kalau aku udah nggak bisa peluk mama lagi," ucapnya, ketika badai itu menerjang malamnya yang penuh dengan kesunyian. | Tenderlova, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines