The Sweet Blood

The Sweet Blood

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 28, 2024
Perhatikan sekitarmu, jangan sampai kamu menjadi target berikutnya. "Tolong... tolong jangan bunuh saya. Saya masih ingin hidup." "Teruslah memohon anjing kampung, keinginan mu itu hanya akan terwujud di dalam mimpimu." DISCLAIMER ❗ •Semua ini hanyalah fiksi semata. Jangan disangkutpautkan dengan kehidupan nyata. •Terdapat banyak kata-kata kasar. •Jika terdapat kesamaan pada cerita lain, hal itu terjadi murni karena ketidaksengajaan. •15+
All Rights Reserved
#60
obsessed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • I SAW THE DEVIL ✔ (END)
  • Psychopath Fiance [END]
  • [2.1] IVANDER [END]
  • ZAGA II: Fractured Obsession (HIATUS)
  • Dark Obsidian
  • ERLENA
  • SENVICTUS
  • Silent Obsession

SEQUEL "ALEXIO" [FOLLOW DULU SEBELUM BACA!] DON'T COPY MY STORY❌️‼️ 18+ Buat yang baru baca, kalian bisa baca Alexio dulu sebelum baca Edeline, biar kalian paham alurnya, xx. *** Setelah lima tahun, Edeline hidup seperti orang yang berbeda. Dunia gelap yang tidak pernah ia sentuh sebelumnya. Kini ia harus benar-benar terlibat di dalamnya. Aroma darah, dan kematian menjadi hal biasa yang ia lihat. Sampai suatu ketika ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Haruskah ia kembali pada seseorang yang selalu mengisi harinya? atau justru ia harus menyerah? *** "Shit!" pekik Edeline ketika tembakannya meleset cukup jauh. Seketika itu ia menoleh, dan melihat seseorang yang menjadi penyebab tembakannya meleset. Jade menyengir kecil sebelum ia membawakan sesuatu untuk Edeline. "For you," ucap Jade dengan senyum lebarnya, berharap Edeline akan memaafkannya kali ini. Edeline hanya memutar bola matanya, sebelum ia melanjutkan latihannya. Perempuan itu begitu fokus sampai ia tidak peduli akan apa yang dikatakan Jade setelahnya. *** "X," ucap Edeline pada akhirnya. Alexio yang mendengar itu tersenyum miring. Hal inilah yang ia inginkan sedari tadi. Gadis itu yang memohon dengan memanggil namanya. "Yes, I'm your X." Bisik Alexio seraya mengecup cuping telinga Edeline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines