Nusantara Kerislogi Part 1

Nusantara Kerislogi Part 1

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 5, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Salah satu penggunaan paling awal dari rumusan trilema adalah yang digunakan oleh filsuf Yunani Epicurus, yang menolak gagasan tentang Tuhan yang mahakuasa dan maha baik hati. Jika Tuhan tidak mampu mencegah kejahatan, maka Dia tidak mahakuasa. Jika Tuhan tidak ingin mencegah kejahatan, maka Dia tidak maha baik. Jika Tuhan berkehendak dan mampu mencegah kejahatan, lalu mengapa kejahatan itu ada? Semua itu akan terjawab pada kisah seorang pemuda biasa yang bukan berasal dari keluarga hebat, keturunan ataupun di latih oleh orang hebat, dia hanya pria desa biasa yang menghadapi kegelapan murni pada dunia ini.
All Rights Reserved
#156
darkfantasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Curse Of Mahana (End)
  • {WN} Reincarnated With The Strongest System VIII [END]
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • THE UNCHOSEN
  • " SATRIA "
  • DEVILUMINATI
  • 🖤THE DARK DEVIL🖤 || The End ||
  • {WN} Reincarnated With The Strongest System V
  • Kletva {Countryhuman Indonesia}

"Dengar wahai bangsa manusia. Aku Jhoan Nieve Diavolo, Raja dari kaum Mahana, penguasa kegelapan. Mengutuk bangsamu, kehancuran akan menimpa dunia, kelak keturunanku akan lahir di tengah-tengah kalian. Merekalah yang akan membalaskan dendam atas penghinaan ini!" Dengan kibasan sayap yang memenuhi hampir seluruh langit di atas kepala bangsa manusia yang berkumpul untuk mengusir kaum minoritas dari keramaian tempat tinggal mereka, sang penguasa malam menyerukan kemurkaannya, membuat gemuruh petir berkilat mencekam. "Kutanamkan kebencian di setiap sudut hatinya, serta kemurkaan. kucabut seluruh perasaan dan emosi darinya, menjadikan ia layaknya monster untuk pembalasan bangsa kami, atas segala hal yang telah kami korbankan untuk menjaga keseimbangan. Kalian yang telah lama kami jaga, pada akhirnya menodongkan senjata tanpa tahu malu. Sekarang rasakanlah kemurkaan yang sekarang kami timpakan." sang pangeran kegelapan ikut menyerukan amarahnya, mengayunkan pedang emasnya pada langit dengan kilat merah menyala dari ujung pedang tersebut. Kekecewaan menikam, merajam bahkan mempermalukan dirinya. Sungguh, kemurkaan saja tidak cukup. Kutukan bangsa Mahana memberikan mimpi buruk bertahun-tahun silam, kengerian di hari itu tidak ada satu pun yang melupakan. mereka yang melihat dapat selalu merasakan ketakutan itu, tak terelakkan kekacauan di dunia muncul. meski kaum kegelapan telah menghilang tanpa jejak, tak bersisa satu pun petunjuk di mana mereka tinggal, seolah lenyap dari permukaan bumi atau menghilang dari galaxy. namun, yang mereka tinggalkan tidak juga ikut tersapu oleh ketidak beradaan mereka. 10 Juli 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines