DIMADU KARENA WASIAT

DIMADU KARENA WASIAT

  • WpView
    Reads 7,978
  • WpVote
    Votes 204
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 6, 2025
Gelia, seorang berprinsip monogami seumur hidupnya, ditinggal mati suami tercintanya. Namun, tiba-tiba bapaknya menerima lamaran dari sang adik ipar suaminya yang ternyata sudah menerima wasiat almarhum kakaknya, Pramana untuk menikahi Gelia. Bagaimana mungkin Gelia bisa menerima Hanggara, adik ipar suami yang bahkan tidak akrab dengannya. Belum lagi dia adalah pelaku poligami yang bahkan sudah memiliki 3 istri. Apakah Gelia akan menerimanya? Jika iya, apa alasannya dan bagaimana dia menjalani kehidupan yang berbeda 380 derajat dengan kehidupan bersama almarhum suaminya dulu. Bagaimana Gelia menjalani hari demi hari bersama pernikahan wasiat dan para madu. Simak kisah drama rumah tangga romantis dan penuh hikmah kehidupan ini. Author.
All Rights Reserved
#50
pebinor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Timpang Tindih
  • ELEGI ASMARA
  • Aksara Lingga
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Bad Boy Erlangga
  • Rumah Penuh Cerita
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • Sebelum Akad
  • Wanita yang Dipanggil Mama oleh Anakku
  • Segetir Rindu

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines