N A B A S T A L A

N A B A S T A L A

  • WpView
    LECTURES 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., avr. 28, 2024
Hai, aku Nabastala. Aku adalah anak tunggal di dalam keluargaku. Sedari kecil aku selalu diberi buku-buku cerita seperti cerita Si Kancil dan majalah seperti majalah Bobo. Yang pada akhirnya membawaku pada dunia ini. Ya, dunia fiksi. Aku menjadi gemar membaca dan suka mengoleksi buku-buku novel. Kalian pasti terkejut jika melihat lemari bukuku. Semuanya penuh dengan novel yang mungkin sebentar lagi akan meledak karena kelebihan muatan.
Tous Droits Réservés
#16
duniafiksi
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • A Wish Upon a Star
  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • Kumpulan Cerpen
  • The Second Life [ END]
  • BROKEN (COMPLITED)
  • Kumpulan Cerpen
  • Kumpulan Cerpen
  • Short Stories
  • Al Fahri

Sheila on 7, padatnya kota Jogja, dan ucapan selamat tidur yang dikirimkan dari jauh. Setiap orang memiliki lukanya masing-masing dan kelak akan bertemu dengan penawarnya. Dalam bentuk obat, dalam bentuk pelukan, dalam bentuk sepasang mata yang cantik-dan bahkan dalam bentuk paling sederhana, presensi. Bagi gue, dia orang pertama yang mengerti, yang mengatakan apa yang tak larut dalam pikiran, karena lidah maupun isi kepala gue terlalu kelu untuk tahu apa yang gue rasakan. Halte Bus, walkman tua, dan bangsal tulip Rumah Sakit Sardjito Setiap menatap bayangannya, gue melihat lautan tenang, dengan rumah-rumah ikan, pantulan langit yang berkilat dipayungi rembulan, dan rasi bintang yang menunjuk arah pulang. Sedangkan gue adalah pantai yang penuh batu terjal, menghancurkan kapal yang tertambat, menunggu diselimuti pasang, dan meninggalkan udara dengan campuran alga dan garam. Pantaskah gue mengharapkannya? Apartemen, bubur tanpa ayam, dan orang favorit nomor satu. Dan tanpa gue sadari, gue juga menemukan pulang. Tempat gue bisa menjadi diri gue sendiri, di dalam tubuh yang selama ini nggak gue suka. Pada rupa lain yang nggak pernah perlihatkan pada siapapun.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu